aku bangga padamu ) - you should be proud and feel lucky to ( kamu harus bangga dan merasa beruntung untuk ) - I am very/really proud of you ( aku sangat bangga padamu) - I am so lucky to.. ( aku sangat beruntung untuk ) - you are the pride of ( kamu adalah kebanggaan dari ) - how proud I am! ( betapa bangganya aku! ContohPidato tema : Bangga Berbahasa Indonesia. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak/Ibu Guru yang saya hormati, beserta teman-teman yang saya sayangi. Hadirin yang berbahagia. Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang berfungsi sebagai alat pemersatu semua Bangsa Indonesia. Menggunakan bahasa Indonesia berarti memiliki Jikaingin lebih menghargai diri sendiri sekaligus menghargai lawan bicara, maka ada baiknya digunakan kata 'saya' bukan 'aku'. Dalam konteks kalimat yang baik dan benar, kata 'saya' dianggap lebih baku daripada pada kata 'aku'. Kata 'saya' digunakan dalam ragam resmi, sementara kata 'aku' digunakan dalam ragam percakapan. Pejabat harus memberi keteladanan berbahasa. Dulu Gubernur DKI Sutiyoso mengeluarkan perda agar nama hotel pakai bahasa Indonesia. Itu bagus dan menular ke kota-kota lain," lanjut Mahsun. yangmasih kita bangga-banggakan ini. 2008. Perempuan Peminta. tuhan, demi matahari yang tenggelam di ufuk senja, yang jingga meski ku slalu jauh darimu dan tak taat, kini aku meminta satu hal padamu hapuskanlah ujud seorang lelaki pada bayang yang terus merungkungku dan hingga akhinya lenyap semua kegundahanku meski pun aku slalu mericuhimu SuratKahlil Gibran untuk May Ziyadah: New York, 2 Januari 1914. Penulis. Musyfiqur Rahman. -. November 20, 2018. 0. 3751. Wanita pujangga yang mulia. Banyak persoalan yang aku pikirkan selama bulan-bulan bisu yang telah berlalu tanpa suatu kabar atau surat balasan. mIsn. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Aku bangga berbahasa indonesia, bahasa yang telah diperjuangkan oleh para pemuda negeri ini pada 28 oktober 1928. Mereka sepakat bahwa bahasa indonesia menjadi alat pemersatu bangsa yg terdiri dari berbagai suku bangsa di nusantara. [caption id="attachment_183506" align="aligncenter" width="619" caption="sumber Kenapa kita tak bangga berbahasa indonesia? Lebih suka menggunakan bahasa asing daripada bahasa bangsa sendiri. Seolah-olah kita sangat takut dianggap ketinggalan jaman karena menggunakan bahasa indonesia. Padahal bahasa indonesia sangat dikagumi dan dipelajari oleh org asing, krn mengandung sastra yg sangat baik sekali ditiru oleh bangsa lainnya. Seharusnya kita bangga dengan bahasa sendiri, bahkan bahasa ibu atau daerah harus terus dilestarikan. Berapa banyak org jawa yg gak bisa bahasa jawa, begitupun org sunda yg anak-anaknya gak bisa bahasa sunda. Itu terjadi karena org tua lupa mengajarkan bahasa ibu. Bahasa daerah yg harus terus dilestarikan. Gejala itu hampir terjadi merata di setiap daerah di nusantara. Saya khawatir bahasa daerah akan punah, dan bahasa indonesia juga akan mengalami hal yg sama bila bila kita tak bangga menggunakannya. Kita harus bangga berbahasa indonesia. Gunakan itu dalam komunikasi keseharian, termasuk juga dalam bahasa pengantar biarkan bahasa asing menjadi raja di negeri ini hanya karena sekolah kita sudah bertaraf internaional. Belajar bahasa asing sangat penting untuk membuka jendela ilmu dan dunia. Namun menggunakan bahasa indonesia jauh lebih penting dalam menyebarkan ilmu agar dunia tahu bahwa bangsa ini adalah bangsa yg besar. Bangsa yg dikenal oleh seluruh dunia. Mereka akan berbondong-bondong belajar bhs indonesia, seperti prof. Melin dari rusia yg mempelajari sastra indonesia sampai berpuluh-puluh tahun lamanya. Anda bisa membaca kisahnya di majalah gatra edisi juni 2012. Salam blogger persahabatan Omjay Lihat Bahasa Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tak terbayangkan jika aku lahir pada era penjajahan Belanda. Mungkin saat itu aku bisa membanggakan bahwa aku terlahir dari golongan ningrat yang bisa bersekolah tinggi dan bergabung dengan Ibu Kartini dalam memperjuangkan persatuan bangsa. Karena sosok Kartini, selain sebagai pahlawan emansipasi wanita, Ibu Kartini adalah seorang perintis ide persatuan sebelum Budi Utomo.* Namun, iya kalau aku lahir dari orang tua yang bergelar Kanjeng Raden Tumenggung. Kalau tidak? Aku tak bisa membanggakan apa pun yang bisa aku buat. Bersyukur aku lahir di era yang telah jauh dari masa penjajahan Belanda. Dengan demikian aku bisa dengan leluasa mengabdikan diriku seutuhnya tanpa memandang kasta, sebab adat feodal hanya bergaung pada masa penjajahan Belanda. Dialah yang menciptakan gap antara golongan ningrat dan rakyat biasa. Bersyukur aku diwarisi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa, ketika Sumpah Pemuda berkumandang. Bahasa Indonesia selayaknya menjadi bahasa yang lebih daripada sekadar bahasa persatuan. Saat kita sebagai Bangsa Indonesia menggunakan bahasanya dengan baik dan benar, maka saat itu pula kita sebenarnya telah menghargai apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan pendiri bangsa ini. Bahasa Indonesia dimaknai sebagai pemikiran dan nafas lembut dari para pendahulu kita. Lihatlah, betapa bahasa kita ini sangat mulia. Mulia mempersatukan berbagai adat istiadat, bahasa daerah, golongan, dan suku yang terdapat di Indonesia tercinta ini. Dengan rasa haru penuh kebanggaan, aku senantiasa berharap agar generasi bangsa ini tetap menjunjung tinggi bahasa persatuan ini. Dengan tidak menggunakan bahasa alay yang malah semakin sulit dimengerti. Meski sedang dilanda demam Korea, dan sedang dilanda dengan apa yang dinamakan bahasa gaul, namun alangkah terpujinya kita jika tetap menyayangi Bahasa Indonesia. Meskipun kita pandai berbahasa asing lebih dari 5 bahasa sebagai tuntutan dari era globalisasi, namun tetap berbahasa ibu dengan baik akan lebih memancarkan jati diri bangsa pada diri kita. Menggunakan bahasa persatuan ini dengan sebaik-baiknya sebagai rasa hormat dan cinta kepada negeri nan elok ini. Sebagai rasa terima kasih atas segenap nafas yang telah diperoleh di negeri penuh pesona ini. Aku jadi teringat kepada salah seorang guru sewaktu aku masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, ia pernah berkata bahwa kita tidak perlu minder saat bertemu dengan wisatawan asing yang tentu saja fasih berbahasa asing miliknya. Justeru wisatawan asing itulah yang seharusnya belajar Bahasa Indonesia terlebih dahulu sebelum mereka menginjakkan kakinya di sini. Dengan demikian, Bahasa Indonesia akan semakin banyak digunakan oleh orang-orang asing yang berwisata ke Indonesia. Mari melestarikan bahasa persatuan ini dengan semangat penghargaan bagi para pahlawan kita yang dengan jerih payahnya; darah dan keringatnya yang tertumpah, juga air matanya demi membela negeri ini dengan sepenuh ketulusan jiwanya. Menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan santun serupa menghidupkan kembali semangat Sumpah Pemuda yang telah diikrarkan dengan kesungguhan hati. * Kaum muda, wanita, dan pria, seyogyanya menyatukan langkah. Sendiri-sendiri mereka memang bisa berbuat sesuatu untuk mengangkat martabat bangsa. Namun, jika kita semua bersatu, menyatupadukan kekuatan kita dan bekerja sama, ... buah pekerjaan kita akan jauh lebih besar. Dalam Persatuan terletak Kekuatan dan Kekuasaan! Surat kepada Stella - 30 September 1901. *** Sumber referensi dari buku berjudul Kartini sebuah biografi, rujukan figur pemimpin teladan Penulis Sitisoemandari Soeroto, Myrtha Soeroto, 2011. Sumber gambar Lihat Bahasa Selengkapnya Aku Bangga IndonesiaOdi Shalahuddin Aku bangga Indonesia, tanah air beta, luas wilayahnya, dengan kekayaan luar biasa, bila terbagi merata maka makmurlah rakyatnya,Aku bangga Indonesia, dengan bermacam suku bangsa, dan ragam bahasa, hidup damai bersama, menjunjung tinggi bhineka tunggal ika,Aku bangga Indonesia, benar-benar kaya, kreasi seni budaya, dengan ratusan juta jiwa rakyatnya, yang senantiasa ringan bekerja, menyanyikan lagu-lagu semestaAku bangga Indonesia, walau pernah terjajah, tapi akhirnya bisa merdeka, mimpi-mimpi yang tercipta, membangun Indonesia, mewujudkan masyarakat adil, makmur merata, mencerdaskan kehidupan bangsa,Aku bangga, benar-benar bangga, Indonesia, Indonesia, Indonesia Raya, dari berbagai cerita dan apa yang terbaca, sejak kecil hingga SMA, tertanam di dalam kepala, bangkitkan asa, kelak berbuat untuk bangsa dan Negara tercintaAku bangga, aku bangga, aku bang……ga… ga….ga…sebentar, se..ben…tar… tiba-tiba saja aku terkesima dengan mulut menganga seakan tak percaya, tubuh panas-dingin, sesak dada, seakan hendak meledak isi kepala, ini benar-benar nyata?Indonesia tanah air beta, luas wilayahnya tak terjaga, lalu senangnya salahkan tetanggaIndonesia kaya raya, jutaan orang menderita, berebut rejeki, mempertaruhkan nyawaIndonesia bangsa ber-bhineka, yang kehilangan tunggal ika, akhirnya konflik merajalelaUsang sudah berbagai cerita, hanya menjadi kisah tanpa makna, yang beterbangan sekedar melintas di kepala dan telinga, sedang anak-anak lebih suka berfantasi dalam dunia mayaAku tetap bangga Indonesia, kuyakin kau pun juga, sendiri bukan apa-apa, pastilah kuat bila bersama, dalam karya dan kerja, selain bicaraBukanlah kejahatan mempersoalkan para penguasa bila bersekutu dengan pengusaha dan para mafia, mengeruk kekayaan indonesia, tapi bukan lagi kita si empunya, tidak mendapat apa-apa, justru sering menjadi tumbal belakaBukanlah kejahatan mempersoalkan para wakil kita, yang telah mendapat fasilitas di atas rata-rata, tetapi hanya tidur saja, ketika memperbincangkan dan mengambil keputusan tentang nasib bangsa dan NegaraBukanlah kejahatan membongkar pelaku tukang jebol uang Negara, siapapun mereka, yang hanya mementingkan kroni-kroninya, tanpa peduli jutaan jiwa, yang terus saja bekerja, tapi tak berubah nasib hidupnyaBukanlah kejahatan menuntut secara terbuka, pengusutan dan penyelesaian berbagai kisah duka, tentang melayangnya nyawa-nyawa, tentang hilangnya orang-orang yang berani bicaraAku bangga, kau juga tentunya bangga, memang kita tak bisa menutup mata, selayaknyalah terus bicara dan bekerja, membangun bangsa dan Negara, dimulai dari apa yang kita bisa, tak sungkan berhadapan dengan penguasa, pengusaha dan para mafia, ini Negara kita si empunya, yakinkan saja, ini bukan bualan belaka, ayo segera kita coba…..Yogyakarta, 14 September 2010 Indonesia memang selalu ngangenin, ya. Bumi Pertiwi terkadang penuh basa-basi, tapi Guru Penyemangat tiada bisa berdusta bahwa selalu ada yang dirindukan dari negeri rempah-rempahnya, senjata tradisionalnya, rumah adatnya, ramah-tamah penduduknya, hingga keanekaragaman suku, ras, budaya, dan kelebihan tersebut merupakan kekayaan yang membuatku tiada berhenti untuk berbangga. Aku bangga menjadi anak Indonesia karena kekayaannya, keelokannya, dan bagaimanakah denganmu?Walau pandemi masih menyapa, bahagiaku dan bahagiamu jangan sampai berkurang, ya. Apa lagi untuk dari itu, di sini bakal menyajikan kumpulan puisi tentang aku yang bangga menjadi anak Indonesia. Bangga dengan Tanah Air yang penuh rindu dan langsung disimak saja, yaRagam Puisi Tentang Aku yang Bangga Menjadi Anak IndonesiaPuisi Negeriku IndonesiaNegeriku kaya. Air di sana sini bertumpah ruah. Ikan-ikan itu dilihat saja sudah mengenyangkan. Belum lagi dengan pohon-pohon. Hijaunya indah. Sepinya kita terusik oleh keramaian madani. Kamu ramah padaku, juga pada langit, gunung, hingga bawah laut. Aku hanya sakit ketika tumpukan sampah merusak pasir-pasir Indonesia. Kaya dengan budaya. Rempah. Bahasa. Juga, pulau-pulau. Dari Sabang sampai Merauke setiap meternya membuatku bangga tinggal di negeriku Indonesia. Tanahnya luas. Dingin. Sejuk. Iramanya semerdu embun pagi. Ternyata aku tak bisa berhenti menyapa negeri Duhai IndonesiakuDi sudut sana kulihat ada petaniDia sibuk menggarap sawahMenanam padiLalu mengibarkan bendera IndonesiaKerbaunya sehatIrigasi lancarPadinya merundukLaksana tingkahmu yang menyapakuDuhai IndonesiakuDi sudut sini aku melihat buruk pabrikMereka terus berkeringatLembur, katanyaPergi pagi pulang malamPergi sore pulang pagiPergi malam pulang soreMelelahkanDengan penghasilan yang belum sepadanDuhai IndonesiakuMereka bayar pajak dan selalu mendoakanmuJangan biarkan mereka sakit hatiApalagi kesusahanMereka sudah begitu tulus mencintaimuWalau tidak lagi memegang bambu runcingPuisi Bangkit Indonesia dari PandemiHai, Indonesia. Bagaimana kabarmu? Kulihat langit pagi ini tidak sebiru biasanya. Kulihat udara, juga tidak sesejuk senja. Mungkin kau sedang pergi ke jalanan, ternyata aspal kesepian. Tidak ada jejak kaki. Yang tertinggal hanyalah syair ratapan dan corona yang belum mau khawatir. Entah bagaimana kabarmu, Indonesia. Berlalu-lalang kebijakan penuh intrik. Ternyata kami tidak bisa lagi demo. Kami sakit melihat tingkah tikus-tikus nakal di sebalik meja kerja. Menjilat-jilat masker, meludahi vaksin, mengikat perut orang sadarkah bahwa dirimu sedang terpuruk?Bangkit Indonesia dari pandemi. Jangan lagi kehilangan jati diri. Wujudkan masyarakat madani. Yang juga sehat Indonesia, Tanah dan Tumpah DarahkuPagi hari, lambaian aroma rendang menyapakuRendang asli kepunyaan IndonesiaHaram dijiplak namanyaKarena negeri ini tanah dan tumpah darahkuBerangkat ke sekolahAda teman-teman mengobarkan Bhinneka Tunggal IkaMereka bangga dengan bahasa daerahSaling damai walau beda agamaSesaat kemudian guru menyapaDia menceritakan senjata tradisionalAku lalu teringat dengan bambu runcingSenjata hebat yang fenomenalSepulang sekolahAku melihat masyarakat dengan antreTernyata mereka sedang bayar pajakPeduli dengan kebijakan Bumi Pertiwi tercintaSudah tiada kurang apa lagiTanah negeri ini buat hatiku asriMenepis segunung peluh dan keluh sepiTumpah darah dan cintaku tiada akan berhentiPuisi Indonesia TercintaIndonesiaEntah mengapa aku sulit melepaskan cintaJuga sayangJuga kagum dengan para pahlawan yang gugur di medan perangMakin hari fajar makin indahKetika kurenungi butir-butir PancasilaPersatuan dan kesatuan adalah yang utamaPantang cerai-beraiCinta dengan kemanusiaanBangga dengan diri sendiriPersembahkan yang terbaik untuk Bumi PertiwiIndonesia tercintaKemarin aku pernah terlukaKebijakan pemerintah membuatku merontaPensilku patahPenghapusku hilangPenaku tak bertintaAku di sini hadir untuk menuntut keadilanTolong bantu hapus kesenjanganKami juga ingin belajarAda listrikAda sinyal internetTapi aku tetap bahagia melihat IndonesiaTanahku masih hijauSuburCabai rawit dan pepayaku tumbuh lebatKuharap panennya sukses dan berharga mahalTapi…Lebih mahal cintaku untukmu, IndonesiaPuisi Indonesia, Aku Bangga PadamuSeluas mataku memandang hatiku jadi sejuk. Untaian angin semilir berhembus lembut mengetuk bangga padamu Indonesia. Negara dengan pulau terbanyak di dunia. Kaya rempah. Harum mewangi bunga-bunga. Cantik dan elok ragam mengapa aku tak pernah lelah. Walau berkeringat. Walau belajar dari rumah. Aku selalu rindu dengan Indonesia yang hari ini dan esok pagi bumi masih menangis. Kesepian karena pandemi. Aku masih tidak Indonesia damai. Pemimpin bijaksana. Kebijakan tepat sasaran dan guna. Aku akan selalu bangga menjadi anak lagi, aku bangga menjadi anak Indonesia.***Demikianlah kumpulan puisi yang berkisah tentang kebanggaan seorang anak karena telah menjadi bagian dari negara bisa menginspirasi dan meningkatkan kecintaan kita terhadap Tanah Air tercinta, Juga Puisiku untuk Indonesia, Tiang Negeri yang Kesepian Reads 16,311Votes 164Parts 25Complete, First published Oct 07, 2020Table of contentsBahasa Pemersatu IndonesiaThu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Sekali Kudapat Tak 'kan KulepasThu, Oct 15, 2020Indahnya Bahasa IndonesiaThu, Oct 15, 2020Rencana-Rencana di Meja SalingThu, Oct 15, 2020Aku Bangga Berbahasa IndonesiaThu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Tulus Berbahasa, Berbangga dalam Mengajarkan Ilmu SastraThu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Kami Bangga Berbahasa IndonesiaThu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Bahasa Pemantik Persatuan BangsaThu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Gelora Semangat Generasi IndonesiaThu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Budi Bahasa Bernyawa IndonesiaThu, Oct 15, 2020Thu, Oct 15, 2020Antologi Puisi Kumpulan karya pemenang dan peserta puisi event bulan bahasa. Bahasa Indonesia, bahasa yang bisa menyatukan kita semua dari Sabang sampai Merauke. Kita disatukan dengan satu bahasa, yaitu bahasa Indonesia. Dengan adanya bahasa Indonesia, kita dapat dengan mudah berkomunikasi dan hidup berdampingan antara suku yang lainnya. Cintailah Bahasa Indonesia, sebagai bentuk kebanggaan akan tanah ibu pertiwi. Katakanlah bahwa kamu bukannya tak bisa, tapi sudah terlanjur cinta. Ada pepatah mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang, jadi marilah kita mengenal bahasa kita, agar rasa cinta kita terhadap bahasa Indonesia semakin kuat. Jangan malu, tapi berbanggalah berbahasa Indonesia.151sajak

puisi aku bangga berbahasa indonesia