c.Kelenjar Ludah Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah. Kandungan ludah pada manusia adalah : air, mucus, enzim amilase, zat antibakteri, dll. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulut serta mencerna karbohidrat menjadi disakarida. Kalpanaxmerupakan obat bebas yang mengandung miconazole nitrate, asam salisilat, sulfur dan menthol Cara kerjanya dengan cara mencegah perkembangan jamur pada kulit. Ini karena masker bedah memiliki tujuan utama untuk mencegah pemakainya menyebarkan penyakit melalui tetesan air liur yang bisa saja mengandung bakteri atau virus. 5. Masker Beberapafungsi larutan penyangga dalam kehidupan dapat kalian pelajari pada uraian di bawah ini. pH darah tubuh manusia berkisar antara 7,35-7,45. pH darah tidak boleh kurang dari 7,0 dan tidak boleh melebihi 7,8 karena akan berakibat fatal bagi manusia. Organ yang paling berperan untuk menjaga pH darah adalah paru-paru dan ginjal. Gambar8 Reaksi uji fosfat (Lehninger 1982) Uji musin dilakukan untuk mengidentifikasi adanya senyawa musin dalam air liur. Penambahan asam asetat berfungsi sebagai senyawa yang akan bereaksi membentuk endapan yang amorfous dalam larutan air liur. Hasil pengamatan menunjukkan uji musin menghasilkan reaksi yang positif. Prosespencernaan dalam mulut ini melibatkan enzim ptyalin dalam saliva yaitu merupakan enzim amilum yang berperan dalam proses pencernaan secara kimia. enzim lipase liur pada manusia kurang mempunyai peran pada proses pencernaan. Selain mengandung enzim ptialin, air liur juga mengandung senyawa penyangga derajat keasaman (bufer) yang Hanyaair liur yang merupakan pembasah alami untuk bibir. (Tranggono,2004) Lipstik terdiri dari zat warna yang terdispersi dalam pembawa yang terbuat dari campuran lilin dan minyak, dalam komposisi yang sedemikian rupa sehingga dapat memberikan suhu WxSFr5G. Sifat-sifat larutan penyangga Bila ke dalam air ditambahkan asam kuat atau basa kuat maka pH-nya akan berubah secara drastis. Misalnya, ke dalam 5 ml air ditambahkan 17 tetes larutan HCl 0,1 M, maka pH air akan berubah dari 7 menjadi sekitar 2. Bila ke dalam larutan tersebut kemudian ditambahkan larutan NaOH 0,1 M sebanyak 19 tetes, maka pH larutan tersebut akan melonjak sekitar 11. Adakah larutan yang pH-nya tidak berubah secara drastis bila ditambah sedikit asam kuat, basa kuat atau diencerkan? Perhatikan percobaan berikut dan buktikan di laboratorium! Nah, dari bagan di atas, kita dapat menyimpulkan 3 hal tentang sifat-sifat larutan penyangga, yaitu dapat mempertahankan pH walaupun ditambah sedikit asam kuat. ditambah sedikit basa kuat. diencerkan. Komposisi Larutan Penyangga Larutan penyangga terbentuk dari campuran asam/ basa dengan pasangan basa/ asam konjugasi yang biasa diperoleh dari garamnya. Namun asam/basa yang mana? Kuat atau lemah? Perhatikan peta konsep berikut! Sekarang perhatikan Gambar 1 berikut! Diketahui, zat X, Y, dan Z adalah larutan penyangga. Berdasarkan Gambar 2 Zat X adalah larutan penyangga basa , zat Y adalah larutan penyangga asam , dan zat Z adalah larutan penyangga basa. Jadi, ada 2 jenis larutan penyangga yaitu larutan penyangga asam yang terdiri dari campuran asam lemah dan basa konjugasinya. larutan penyangga basa yang terdiri dari campuran basa lemah dan asam konjugasinya. Larutan penyangga dapat dibuat secara langsung dan secara tidak langsung. Hal ini tergantung dari sumber asam konjugasi/basa konjugasi dari asam lemah/ basa lemahnya. Perhatikan peta konsep berikut! Perhatikanlah Gambar 3 berikut! Berdasarkan Gambar 3, jika larutan penyangga terbentuk dengan cara tersebut maka larutan penyangga dinamakan dibuat secara langsung. Perhatikanlah Gambar 4 berikut! Berdasarkan Gambar 4, jika larutan penyangga terbentuk dengan cara tersebut maka larutan penyangga dinamakan dibuat secara tidak langsung . Setiap reaksi asam lemah dengan basa kuat atau basa lemah dengan asam kuat akan selalu menghasilkan larutan penyangga, asalkan konsentrasi asam lemah/basa lemah harus lebih besar dari pada konsentrasi basa kuat/asam kuat. Perhatikan Gambar 5 berikut untuk menjelaskan bagaimana reaksi asam lemah dengan basa kuat menghasilkan larutan penyangga! Berdasarkan keterangan dapat disimpulkan Selain campuran asam lemah dengan garamnya / basa lemah dengan garamnya, suatu larutan penyangga juga dapat dibuat dengan mencampurkan asam lemah dengan basa kuat atau basa lemah dengan asam kuat Asalkan konsentrasi yang lemah harus lebih besar daripada yang kuat. Prinsip Kerja Larutan Penyangga Larutan penyangga mempertahankan pH berdasarkan prinsip kesetimbangan. Anda masih ingat apa yang mempengaruhi nilai pH? Yaa…benar! Konsentrasi H+ untuk larutan yang bersifat asam dan konsentrasi OH– untuk larutan yang bersifat basa!! Bagaimana nilai pH jika konsentrasi H+ dan OH– dalam larutan adalah tetap? Yaa..anda benar lagi! Nilai pH juga akan tetap!! Nah..sekarang anda akan mempelajari bagaimana prinsp kerja larutan penyangga dalam mempertahankan pH! Konsentrasi!! 1. Prinsip Kerja Larutan Penyangga Asam Misal HNO2/NO2– yang dibuat dari campuran HNO2 dengan NaNO2 Perhatikanlah gambar berikut! a. Apabila ditambahkan sedikit asam kuat Misal HCl Berdasarkan Gambar 6a, Larutan penyangga HNO2/NO2– dapat dibuat dari campuran HNO2 dan NaNO2. Berarti dalam larutan ini terkandung molekul HNO2, ion H+, Na+ dan NO2–. Penambahan sedikit asam kuat akan menambah konsentrasi H+ dalam larutan 6b, namun kelebihan ini dinetralisasi oleh NO2–, membentuk HNO2 sehingga kesetimbangan bergeser ke arah HNO2. Hal ini membuat jumlah H+ dalam larutan menjadi tetap. Akibatnya 6c nilai pH tetap. b. Apabila ditambahkan sedikit basa kuat Misal NaOH Berdasarkan Gambar 7b, penambahan sedikit basa kuat akan memunculkan ion baru dalam larutan penyangga HNO2/NO2– yaitu OH–, namun ion tersebut dinetralisasi oleh HNO2, membentuk NO2– sehingga kesetimbangan bergeser ke arah NO2–. Hal ini membuat OH– tidak mengganggu H+ dalam larutan. Akibatnya 7c nilai pH tetap. c. Apabila dilakukan pengenceran dengan H2O Berdasarkan Gambar 8, jika dilakukan pengenceran dengan H2O maka derajat ionisasi α asam lemah akan naik Hukum Pengenceran Ostwald yang berarti menambah jumlah ion H+ dan NO2– dari ionisasi asam lemah 8b. Akan tetapi karena volume larutan juga bertambah maka penambahan konsentrasi H+ menjadi tidak berarti. Akibatnya 8c nilai pH tetap. Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan prinsip kerja larutan penyangga asam dalam mempertahankan pH adalah sebagai berikut Setiap penambahan H+ akan dinetralisasioleh basa konjugasi. Setiap penambahan OH– akan dinetralisasi oleh asam lemah. Setiap pengenceran dengan H2O berarti memperbesar jumlah ion H+ dan basa konjugasi dari ionisasi asam lemah namun penambahan konsentrasi H+ menjadi tidak berarti karena volume larutan juga bertambah. 2. Prinsip Kerja Larutan Penyangga Basa Misal NH3/NH4+ yang dibuat dari campuran NH4OH dengan NH4Cl a. Apabila ditambahkan sedikit asam kuat Misal HCl Berdasarkan Gambar 9a, Larutan penyangga NH3/NH4+ dapat dibuat dari campuran NH4OHbentuk NH3 dalam air dan NH4Cl. Berarti dalam larutan ini terkandung molekul NH4OH, ion NH4+, ion OH– dan Cl–. Penambahan sedikit asam kuat akan memunculkan ion baru dalam larutan 9b yaitu H+, namun ion tersebut dinetralisasi oleh NH4OH, membentuk NH4+ sehingga kesetimbangan bergeser ke arah NH4+. Hal ini membuat H+ tidak mengganggu OH– dalam larutan. Akibatnya 9c nilai pH tetap. b. Apabila ditambahkan sedikit basa kuat Misal NaOH Berdasarkan Gambar 10, Penambahan sedikit basa kuat akan menambah konsentrasi OH– dalam larutan, namun kelebihan ini dinetralisasi oleh NH4+, membentuk NH4OH sehingga kesetimbangan bergeser ke arah NH4OH. Hal ini membuat jumlah OH– dalam larutan menjadi tetap. Akibatnya 10c nilai pH tetap. c. Apabila dilakukan pengenceran dengan H2O Berdasarkan Gambar 11, jika dilakukan pengenceran dengan H2O maka derajat ionisasi α basa lemah akan naik/turun*29 Hukum Pengenceran Ostwald yang berarti menambah jumlah ion OH– dan NH4+ dari ionisasi basa lemah 11b. Akan tetapi karena volume larutan juga bertambah maka penambahan konsentrasi OH– menjadi tidak berarti. Hal ini 11c membuat nilai pH tetap. Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan prinsip kerja larutan penyangga basa dalam mempertahankan pH adalah sebagai berikut Setiap penambahan H+akan dinetralisasi olehbasa lemah. Setiap penambahan OH– akan dinetralisasi oleh asam konjugasi. Setiap pengenceran dengan H2O berarti memperbesar jumlah ion OH– dan asam konjugasi dari ionisasi basa lemah, namun penambahan konsentrasi OH– menjadi tidak berarti karena volume larutan juga bertambah. pH Larutan Penyangga pH larutan penyangga tergantung oleh konsentrasi asam lemah/ basa lemah, konstanta kesetimbangan asam lemah/ basa lemah dan konsentrasi garamnya. Dalam suatu sistem larutan penyangga akan terdapat dua jenis reaksi yaitu reaksi kesetimbangan asam lemah/ basa lemah dan reaksi ionisasi garamnya. 1. Menghitung pH Larutan Penyangga Asam Konstanta kesetimbangan asam lemah sehingga maka dan diperoleh 2. Menghitung pH Larutan Penyangga Basa Konstanta kesetimbangan basa lemah sehingga maka Sehingga diperoleh Manfaat Larutan Penyangga Larutan penyangga sangat penting dalam kehidupan; misalnya dalam analisis kimia, biokimia, bakteriologi, zat warna, fotografi, dan industri kulit. Dalam bidang biokimia, kultur jaringan dan bakteri mengalami proses yang sangat sensitif terhadap perubahan pH. Darah dalam tubuh manusia mempunyai kisaran pH 7,35 sampai 7,45, dan apabila pH darah manusia di atas 7,8 akan menyebabkan organ tubuh manusia dapat rusak, sehingga harus dijaga kisaran pHnya dengan larutan penyangga. Darah Sebagai Larutan Penyangga Ada beberapa faktor yang terlibat dalam pengendalian pH darah, diantaranya penyangga karbonat, penyangga hemoglobin dan penyangga fosfat. a. Penyangga Karbonat Penyangga karbonat berasal dari campuran asam karbonat H 2 CO 3 dengan basa konjugasi bikarbonat HCO 3 . H 2 CO 3 aq –> HCO 3aq + H + aq Penyangga karbonat sangat berperan penting dalam mengontrol pH darah. Pelari maraton dapat mengalami kondisi asidosis, yaitu penurunan pH darah yang disebabkan oleh metabolisme yang tinggi sehingga meningkatkan produksi ion bikarbonat. Kondisi asidosis ini dapat mengakibatkan penyakit jantung, ginjal, diabetes miletus penyakit gula dan diare. Orang yang mendaki gunung tanpa oksigen tambahan dapat menderita alkalosis, yaitu peningkatan pH darah. Kadar oksigen yang sedikit di gunung dapat membuat para pendaki bernafas lebih cepat, sehingga gas karbondioksida yang dilepas terlalu banyak, padahal CO 2 dapat larut dalam air menghasilkan H 2 CO 3 . Hal ini mengakibatkan pH darah akan naik. Kondisi alkalosis dapat mengakibatkan hiperventilasi bernafas terlalu berlebihan, kadang-kadang karena cemas dan histeris. b. Penyangga Hemoglobin Pada darah, terdapat hemoglobin yang dapat mengikat oksigen untuk selanjutnya dibawa ke seluruh sel tubuh. Reaksi kesetimbangan dari larutan penyangga oksi hemoglobin adalah HHb + O 2 g HbO 2 – + H + Asam hemoglobin ion aksi hemoglobin Keberadaan oksigen pada reaksi di atas dapat memengaruhi konsentrasi ion H +, sehingga pH darah juga dipengaruhi olehnya. Pada reaksi di atas O 2 bersifat basa. Hemoglobin yang telah melepaskan O 2 dapat mengikat H + dan membentuk asam hemoglobin. Sehingga ion H + yang dilepaskan pada peruraian H 2 CO 3 merupakan asam yang diproduksi oleh CO 2 yang terlarut dalam air saat metabolisme. c. Penyangga Fosfat Pada cairan intra sel, kehadiran penyangga fosfat sangat penting dalam mengatur pH darah. Penyangga ini berasal dari campuran dihidrogen fosfat H 2 PO 4 – dengan monohidrogen fosfat HPO 3 2- . H 2 PO 4 – aq + H + aq –> H 2 PO 4aq H 2 PO 4 – aq + OH – aq –> HPO 4 2- aq + H 2 O aq Penyangga fosfat dapat mempertahankan pH darah 7,4. Penyangga di luar sel hanya sedikit jumlahnya, tetapi sangat penting untuk larutan penyangga urin. 2. Air Ludah sebagai Larutan Penyangga Gigi dapat larut jika dimasukkan pada larutan asam yang kuat. Email gigi yang rusak dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam gigi. Air ludah dapat mempertahankan pH pada mulut sekitar 6,8. Air liur mengandung larutan penyangga fosfat yang dapat menetralisir asam yang terbentuk dari fermentasi sisa-sisa makanan. 3. Menjaga keseimbangan pH tanaman. Suatu metode penanaman dengan media selain tanah, biasanya ikerjakan dalam kamar kaca dengan menggunakan mendium air yang berisi zat hara, disebut dengan hidroponik . Setiap tanaman memiliki pH tertentu agar dapat tumbuh dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan larutan penyangga agar pH dapat dijaga. 4. Larutan Penyangga pada Obat-Obatan Asam asetilsalisilat merupakan komponen utama dari tablet aspirin, merupakan obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin dapat menyebabkan perubahan pH pada perut. Perubahan pH ini mengakibakan pembentukan hormon, untuk merangsang penggumpalan darah, terhambat; sehingga pendarahan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, pada aspirin ditambahkan MgO yang dapat mentransfer kelebihan asam. Buffer atau sering disebut larutan penyangga adalah dua atau lebih senyawa kimia yang dapat mencegah perubahan besar pada pH. Buffer biasany aterdiri dari garam dengan asam lemahnya atau garam dengan basa lemahnya. Saliva adalah suatu Saliva adalah suatu cairan oral yang kompleks dan tidak berwarna yang terdiri atas campuran sekresi dari kelenjar ludah besar dan kecil yang ada pada mukosa oral. Saliva dapat disebut juga kelenjar ludah atau kelenjar air liur. Semua kelenjar ludah mempunyai fungsi untuk membantu mencerna makanan dengan mengeluarkan suatu sekret yang disebut “salivia” ludah atau air liur. pH normal pada saliva yaitu 6,2-7,4. Saliva memmiliki komposisi yang umumnya terdiri dari 99,5% air dan 0,5 % lagi terdiri dari garam-garam , zat organik dan zat anorganik. Unsur-unsur organik yang menyusun saliva antara lain protein, lipida, glukosa, asam amino, amoniak, vitamin, asam lemak. Unsur-unsur anorganik yang menyusun saliva antara lain Sodium, Kalsium, Magnesium, Bikarbonat, Khloride, Rodanida dan Thiocynate CNS , Fosfat, Potassium. Yang memiliki konsentrasi paling tinggi dalam saliva adalah kalsium dan Natrium. Senyawa organik yang terkandung dalam saliva yng mempengaruhi pH terutama adalah gugus bikarbonat, fosfat, asam karbonat, amonia dan urea. Kapasitas buffer saliva terutama ditentukan oleh kandungan bikarbonat,sedangkan fosfat, protein, amonia dan urea merupakan tambahan sekunder pada kapasitas buffer. B. Macam-macam buffer dalam saliva Buffer bikarbonat terdiri dari asam karbonat H2CO3 dan natrium bikarbonat NaHCO3. Sistem ini terdiri dari larutan air yang mengandung dua zat asam lemah H2CO3 dan garam bikarbonat NaHCO3. H2CO3 dibentuk dalam tubuh oleh reaksi CO2 dan H2O,yang dikatalisator oleh enzim karbonik anhidrase. CO2 + H2O H2CO3. Karbonik anhidrase. Reaksi ini lambat dan sangat sedikit jumlah H2CO3 yang dibentuk kecuali bila ada enzim karbonik anhidrase. Bila larutan buffer yang mengandung garam bikarbonat, ditambahkan asam yang kuat seperti asam hidroksilat maka akan terjadi reaksi sebagai berikut HCl + NaHCO3 → H2CO3 + NaCl Dari persamaan ini terlihat bahwa asam hidroklorida yang kuat akan diubah menjadi asam karbonat yang sangat lemah. Oleh karena itu, penambahan HCl diatas hanya akan sedikit merendahkan pH larutan. Sebaliknya, larutan buffer mengandung asam karbonat ditambahkan basa kuat seperti seperti natrium hidroksida akan terjadi reakssi sebagai berikut NaOH + H2CO3 → NaHCO3 + H2O Hal ini menunjukkan ion hidroksil yang ada dalam natrium hidroksida berikatan dengan ion hidrogen yang berasal dari asam karbonat dan membentuk air. Hasil akhir adalah berubahnya basa kuat NaOH menjadi basa lemah NaHCO3. Sistem daparfosfat bekerja hampir sama dengan sistem dapar bikarbonat, namun sisitem ini terdiri dari 2 elemen yaitu H2PO4- dan HPO42. Sistem fosfat memberikan kapasitas dapar paling signifikan pada saat saliva tidak terstimulasi dan di awal pemaparan asam..penyangga fosfat bekerja dalam cara yang serupa untuk mengubah asam kuat menjadi asam lemah dan basa kuat menjdi basa lemah. Reaksi yang terjadi adalah HCI + Na2HPO4 → NaH2PO4 + NaCl asam hidroklorida akan dipindahkan dan terbentuk sejumlah NaH2PO4 yang sebenarnya sebuah asam lemah. Sebaliknya jika sistem buffer ditambahkan sebuah asam yang kuat maka akan terjadireaksi seperti NaOH + NaH2PO4 → Na2HPO4 + H2O Reaksi ini NaOHakan terurai menjadi air dan Na2HPO4. Sistem buffer fosfat terdiri dari ion hidrogen fosfat H2PO4- yang merupakan pemberi hidrogen asam dan ion hidrogen fosfat HPO4- yang merupakan penerima hidrogen basa. Kedua-duanya ion tersebut berada dalam keseimbangan. Sistem protein merupakan sistem penyangga terkuat dalam tubuh. Karena mengandung gugus karboksil yang berfungsi sebagai asam dan gugus amino yang berfungsi sebagai basa. Bila ditulis reaksinya akan sepertiberikut ini H3N+ − CH2 – COOH ↔ H3N+ − CH2 – COO- ↔ H2N− CH2−COO- Kandungan urea di dalam saliva dapat digunakan oleh mikroorganisme di dalam rongga mulut untuk menghasilkan amonia. Produksi amonia ini dapat menetralkan hasil akhir metabolisme bakteri sehingga pH dapat meningkat. B. Faktor yang mempengaruhi pH saliva Derajat keasaman pH dan kapasitas buffer saliva dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang disebabkan oleh irama cyrcadian, diet dan rangsangan terhadap kecepatan sekresi saliva. Adanya material eksogen berupa karbohidrat yang dapat difermentasi dengan cepat seperti gula dapat menurunkan kapasitas dapar saliva sehingga metabolisme bakteri dalam menghasilkan asam akan meningkat. Sedangkan makanan yang kaya akan protein memiliki efek yang dapat meningkatkan kapasitas dapar saliva melalui pengeluaran zat-zat basa seperti amonia. 2. Penurunan kapasitas dapar saliva Penurunan kapasitas dapar dapat terjadi pada orang tua, penderita penyakit sistemik, dan pengguna obat-obatan tertentu. Selain itu, kapasitas dapar dan sekresi saliva pada wanita biasanya lebih rendah dibandingkan pada pria. 3. Ritme biologis irama siang-malam Kapasitas dapar dan pH saliva yang tidak terstimulasi memiliki nilai terendah pada saat tidur dan nilai tertinggi saat segera setelah bangun, kemudian nilai ini bervariasi setelahnya. Sedangkan pada kapasitas dapar dan pH saliva yang terstimulasi, ¼ jam setelah stimulasi keduanya memiliki nilai paling tinggi, dan dalam kurun waktu 30-60 menit kemudian akan kembali turun. Kapasitas dapar saliva berperan dalam menetralisasi asam plak. KESIMPULAN Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat. Larutan penyangga tersusun dari asam lemah dengan basa konjugatnya atau oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi di antara kedua komponen penyusun ini disebut sebagai reaksi asam-basa konjugasi, sehingga dapat mengikat baik ion H+ maupun ion OH-. Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat tidak mengubah pH-nya secara signifikan. Salah satunya adalah saliva sebagai buffer di dalam mulut. Saliva menjaga derajat keasaman di dalam mulut agar tetap sesuai dengan yang dibutuhkan. Di dalam saliva terdapat berbagai komponen ang berfungsi sebagai buffer antara lain fosfat, bikarbonat, protein dan urea. Bikarbonat merupakan komponen yang paling besar fungsinya sebagai buffer dalam saliva karena sifatnya yang mudah untuk berikatan dengan hidrogen. Mekanisme yang terjadi adalah antara komponen buffer dan uap air H2O. PROGRAM PENDIDIKAN PROFESIGURU UNIVERSITAS SULTANAGENG TIRTAYASA TAHUN 2021 MODUL PEMBELAJARAN KIMIA LARUTAN PENYANGGA PESERTA PPG DALAM JABATANModul Kimia LARUTAN PENYANGGA KIMIA KELAS XI 2Modul Kimia 3Modul Kimia GLOSARIUMAnion suatu keadaan yangdisebabkanolehprosespenurunan konsentrasi ionhidrogendiAsamkonjugasi dalam plasma darahAsamlemah ion basayangtelahmenerima proton/ ion H+Basalemah senyawaasamyangdalamlarutannyahanyasedikitterionisasi menjadiion-Kation Suatuasamyangtelahmelepaskansatuproton/ioh H+ senyawabasayangdalamlarutannyahanyasedikitterionisasi menjadiion- ionnya. ion yang bermuatan positif. larutan yang mampumempertahan pH . 4Modul Kimia PETA KONSEPLARUTAN LarutanPENYANGGA Penyangga Bersifat Asam Larutan Penyangga Bersifat Basa Perhitungan pH Larutan Penyangga Peran Larutan Penyangga 5Modul Kimia PENDAHULUANA. Identitas ModulMataPelajaran KIMIAKelas XIAlokasiWaktu 8 Jam PelajaranJudulModul LARUTAN PENYANGGAB. Kompetensi Dasar Menjelaskan prinsip kerja, perhitungan pH, dan peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup Membuat larutan penyangga dengan pH tertentuC. Deskripsi Singkat Materi materi Modul ini berisikan materi pokok Larutan Penyangga. Sedangkan pembelajaran yang terbagi 2 yaitu1 Pengertian, jenis dan prinsip kerja larutan penyangga. Larutan penyangga merupakan larutan yang bisa mempertahankan pH meskipun ditambahkan asam atau basa kuat juga pengenceran. Jenis larutan penyangga ada 2 yakni larutan penyangga yang bersifat asam dan larutan dipaparkan pada modul Penghitungan pH dan peran larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari. pH pada larutan penyangga dilakukan penghitungan dengan rumus yang telah ditentukan berdasarkan jenis larutan penyangga. Larutan penyangga sangat banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari yang juga dibahas padamodul Petunjuk Penggunaan Modul Agarmodul dapat digunakansecara maksimal makakalian diharapkanmelakukan langkah- langkah sebagai berikut 1. Prasyarat pada materi ini adalah pemahaman mengenai kosep asam dan basa serta garam juga penghitungan pH-nya 2. Bacalah modul ini secara berurutan dan berusahalah untuk memahami isinya karena materiiniakan menjadiprasyaratpadamateriselanjutnya. 3. Pahami tujuan yang tercantum dalam setiap kegiatan pembelajaran 4. Pelajari uraian materi secara sistematis dan mendalam dalam setiap kegiatan pembelajaran. 5. Lakukan uji kompetensi/latihan soal di setiapakhir kegiatanpembelajaran untuk mengetahui tingkat penguasaan materi. 6. Diskusikandenganguruatautemanjikamengalamikesulitandalam memahami pada modul berikutnya jika sudah mencapai ketuntasan yang Materi Pembelajaran Modul ini terbagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat uraian materi, contoh soal, soal latihan dan soal evaluasi. Pertama Pengertian, Jenis dan Prinsip Kerja Larutan Penyangga Kedua PerhitunganpHdanPeranLarutanPenyangga 6Modul Kimia Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini kalian diharapkan mampu 1. menjelaskan pengertian larutan penyangga 2. Menjelaskan jenis-jenis larutan penyangga 3. Menjelaskancara pembuatanlarutan penyangga 4. Menjelaskan prinsip kerja larutan Uraian Materi 1. Pengertian Larutan Penyangga Kalian sudah paham konsep asam dan basa pada materi sebelumnya. Nah, bisakah kalian bayangkan bila tubuh manusia dimasuki zat yang mengandung asam atau basa? Tentu saja jika tubuh manusia pH-nya tiba-tiba naik atau turun drastis akibat masuknya larutanasam ataubasa maka akansangat berbahaya hingga menyebabkan kematian. Sehingga, tubuh manusia harus selalu tetap dijaga keseimbangan keasamannya atau pH-nya. Untuk menjaga keseimbangan asam tersebutmakatubuhmanusiaharus memilikisifatsebagailarutanpenyanggaatau buffer. Dengan adanya sifat larutan penyangga, maka tubuh manusia dapat mempertahankan pH walaupun menerima berbagai penambahan zat yang mengandung asam atau basa. Tubuh manusia harus bisa mempertahankan derajat keasamannya pH agar bisa menjalankanfungsinya pada reaksi pemecahan protein di dalam asam lambung oleh enzim peptidase yang akan berjalan dengan baik jika cairan lambung mempunyai pH=3. Oksigen dapat terikatdenganbaikolehbutir-butirdarah merah jikapHdarahsekitar6,1- angkatertentu tetap maka diperlukan suatu sistem yang dapat mempertahankan nilai pH,yakni larutan penyangga. Larutan penyangga ,memiliki peran yang sangat penting dalam rekasi-reaksi kompleks yang terjadi dalam tubuh manusia. Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan larutan penyangga dalam tubuh manusia sehingga kita patutbersyukur. Dari pemaparan diatas, maka kita bisa menarik kesimpulan pengertian dari larutanpenyangga. Larutanpenyanggaataubufferadalahlarutanyangdapat mempertahankanpHtertentuterhadapusaha mengubah pH, seperti penambahan asam, basa, ataupun pengenceran. Dengan kata lain pH larutan penyangga tidak akanberubahsecarasiknifikan walaupunpadalarutan tersebut ditambahkan sedikit asamkuat,basakuatataularutantersebutdiencerkan. 7Modul Kimia Gambar Darah mampu mempertahankan pH karena mengandung larutan penyangga dari OksihemoglobinHHbO2 dandeoksihemoglobin/asamhemoglobinHHb 2. Jenis Larutan Penyangga Jenis larutan penyangga ditentukan oleh komponen penyusunnya yakni asam atau basa lemah dan asamataubasakonjugasinyagaram.Berikutinijenis-jenis larutan penyangga a LarutanPenyanggaAsam Larutan penyangga bersifat asam apabila terdiri dari campuran asam lemah dengan basa konjugasinya . Contohnya adalah CH3COOH dengan CH3COONa atau CH3COO-. Basa konjugasi CH3COO- ini dapat diperoleh dari larutan garamnya yaitu dari kation logam dari masing- masing anionnyamisalnya CH3COONa,CH3COOK,CH3COO2Mg, HCO3K,danlainnya Contoh asam lemah dan basa konjugasinya adalah HCOOH - HCOO- H2CO3 - HCO3- H2PO4- - HPO42- HF - F- b Larutan PenyanggaBasa Larutan penyangga bersifat basa apabila terdiri dari campuran basa lemah dengan asam konjugasinya,contohnya adalah NH4OHdenganNH4+atauNH4Cl. Asam konjugasi NH4+ ini dapat diperoleh dari larutan garamnya yaitu dari anion logam dari masing-masing kationnya misalnya NH4Cl, NH4Br, NH4NO3,NH4I, danlainnya. Contoh basa lemah dan asam konjugasinya adalah C6H5NH2 - C6H5NH3Cl 3. Pembuatan Larutan Penyangga Pembuatan larutan penyangga terdiridari dua acara yaitu secara langsung dan tidaklangsung. Pembuatansecaralangsungdilakukandengan a mencampurkanasamlemahHAdengangarambasakonjugasinyaLA,yangdapatterionisasi menghasilkan ion A− b mencampurkanbasalemahBdengangaramasamkonjugasinyaBHX,yangdapatterionisasi menghasilkanion BH+ 8Modul Kimia Contoh CH3COONa + CH3COOH NH4Cl +NH4OH pembuatan larutan penyangga secara tidak langsung dilakukan dengan a. mencampurkan suatu asam lemah dalam jumlah berlebih dengan suatu basa kuat sehingga bereaksi menghasilkan garam basa konjugasi dari asam lemah tersebut. b. mencampurkan suatu basa lemah dalam jumlah berlebih dengan suatuasam kuat sehingga bereaksi menghasilkan garam asam konjugasi dari basa lemah tersebut. Contoh CH3COOH+ NaOH ⇒ CH3COONa+ H2O NH4OH+HCl ⇒ NH4Cl+H2O 4. Prinsip Kerja Larutan Penyangga Larutan penyangga bekerja sesuai konsepnya bahwa larutan ini dapat mempertahankan pH awal larutan meskipun ke dalam larutan ditambahkan asam kuat maupun basa kuat atau air dalam jumlah larutan penyangga? Perhatikan gambar berikut ini! Gambar Prinsip kerja larutan penyangga Larutan penyangga mengandung komponen asam dan basa lemah, dengan asam danbasa konjugasinya, sehingga dapat mengikat baik ion H+ ataupun ion OH-. Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basakuatsertasedikitpengenceran tidakbisamengubah pH-nya secarasignifikan. a Larutan Penyangga Asam Larutan penyangga asam merupakan campuran asam lemah dengan garamnya basa konjugasi, contohnya larutan penyangga yang mengandung CH3COOH dan CH3COO- yang mengalami kesetimbangan akan terbentuk larutan penyangga yangbersifat asam. Dalam larutan tersebut, terdapat kesetimbangan kimia CH3COOHaq ⇌ CH3COO−aq +H+aq 9Modul Kimia Prinsip kerja larutan penyangga asam sebagai berikut 1 Pada Penambahan Asam Pada penambahan asam, ion H+ dari asam akan menambah konsentrasi H+ pada larutan dan menyebabkankesetimbangan bergeserkekiri. Sehingga reaksi mengarah pada pembentukan CH3COOH. Artinya, ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH₃COO– membentuk molekul CH₃COOH. Dengan kata lain, asam yang ditambahkan akan dinetralisasi oleh komponenbasa konjugasiCH3COO−. CH₃COO– aq + H+ aq ⇄ CH₃COOH aq Oleh karena itu, pada kesetimbangan baru tidak terjadi perubahan konsentrasiionH+, sehinggapHdapatdipertahankan. 2 Pada Penambahan Basa Bilayangditambahkanadalahsuatubasa,ionOH- daribasaakanbereaksi dengan ion H+ dan membentukair. Sehingga dapat menyebabkan keseimbangan bergeser kekanandan konsentrasi Ion H+ tetap dipertahankan. Selain itu, penambahan basa juga menyebabkan berkurangnya komponen asam CH3COOH. Berkurangnya komponen asam inilahyangmenyebabkanreaksi bergeserkekanan. Dengankatalain,basa yang ditambahkan akan dinetralisasi oleh komponen asam lemah CH3COOH. Basa yang akan ditambahkan tersebutbereaksidenganasamCH3COOHdanmembentukIonCH3COO-dan air. CH3COOHaq + OH-aq ⇄ CH3COO-aq + H2Ol Oleh karena itu, pada kesetimbangan baru tidak terjadi perubahan konsentrasiion H+ , sehinggapHdapatdipertahankan. 3 Pengenceran Pada penambahan air pengenceran, derajat ionisasi asam lemah CH₃COOH akan bertambah besar, yang berarti jumlah ion H+ dari ionisasi CH₃COOH juga bertambah. Akan tetapi, karena volume larutan juga bertambah, pengaruh penambahan konsentrasi H+ menjadi tidak berarti. Dengan demikian,nilaipHlarutantidakmengalamiperubahan. b Larutan Penyangga Basa Padacampuranbasalemahdangaramnyaasamkonjugasicontohnyapada NH3 dan NH4+ yang mengalami kesetimbangan. akan terbentuk larutan penyangga yang bersifat basa. Dalam larutan tersebut, terdapat kesetimbangan kimia NH4OHaq ⇌ NH4+aq +OH-aq Prinsip kerja larutan penyangga basa sebagai berikut 1 Pada penambahan asam Bila yang ditambahkan suatu asam, maka Ion H+ dari asam akan mengikat Ion OH-. Hal itu akan dapat menyebabkan keseimbangan dan akan bergeser ke kanan, sehingga konsentrasi Ion OH- dapat dipertahankan. Suatu sisi penambahan ini dapat menyebabkan sehingga berkurangnya komponen basa NH3,bukannya IonOH-. Asam yang ditambahkan akan bereaksi dengan basa NH3 akan membentuk Ion NH4+. 10Modul Kimia NH3 aq + H+aq ⇄ NH4+ aq Oleh karena itu, pada kesetimbangan baru tidak terjadi perubahan konsentrasi ion OH- , sehingga pH dapat dipertahankan. 2 Pada penambahan basa Bila yang ditambahkan adalah suatu basa, maka keseimbangan bergeser ke kiri,sehingga konsentrasiionOH- dapatdipertahankan. Basa yang ditambahkan itu bereaksi dengan komponen asam NH4+, membentuk komponen basaNH3& air. NH4+ aq + OH-aq ⇄ NH3 aq + H2Ol Oleh karena itu, pada kesetimbangan baru tidak terjadi perubahan konsentrasi ion OH- , sehingga pH dapat dipertahankan. 3 Pengenceran Pada penambahan air pengenceran, derajat ionisasi basa lemah akan bertambahbesar, yang berarti jumlah OH– dari ionisasi NH₃ bertambah. Akantetapi, karena volume larutan juga bertambah, pengaruh penambahan konsentrasi OH– menjadi tidak berarti. Dengan demikian, nilai pH larutantidak Tugas Mandiri Setelah mempelajari pengertian, jenis dan prinsip kerja larutan penyangga pada modul ini. Maka buatlahtugasmandiridenganpertanyaansebagaiberikut 1. Suatu larutan penyangga mengandung pasangan larutan H2CO3 dan HCO3-. Jelaskanapayangakan terjadijikakedalamsistemlarutanpenyanggatersebut ditambahkan a Larutan HBr b Larutan KOH 2. Seorang atlet diduga mengalami alkalosis. Bagaimana solusinya agar pH darah atlet tersebut menjadi normal kembali? Terangkan mekanisme kerja komponen larutanpenyanggadalamtubuh! 11Modul Kimia Pedoman Penskoran Cocokkan denganskoryang telahterlampir,laluperhatikanintervalskorberikut 90 - 100 = baik sekali 80-89 = baik 70-79 = cukup <70 = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80 atau lebih, anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2, Bagus! Jika masih di bawah 80, anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai, Tetap Semangat! 12Modul Kimia Penilaian DiriJawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggungjawab!No Pertanyaan Jawaban Ya Tidak 1 Apakah anda mampu menjelaskan pengertian larutan penyangga? 2 Apakah anda mampu menjelaskan jenis larutan penyangga asam serta komposisi campurannya? 3 Apakah anda mampu menjelaskan jenis larutan penyangga basa serta komposisicampurannya? 4 Apakah anda mampu menjelaskan jenis larutan penyangga yang berasal dari pencampuran asam atau basa yang berlebih? 5 Apakah anda mampu menjelaskan cara pembuatan larutan penyangga baik dengan cara langsung dan tidak langsung? 6 Apakah anda mampu menjelaskan prinsip kerja larutan penyangga?Apabila jawaban kalian pada ketiga pertanyaan diatas “ya”, maka kalian sudah memahami pengertian,jenis-jenis serta prinsip kerja larutan penyangga. Silahkan lanjutkan mempelajari materi larutan penyanggapada kegiatan pembelajaran kedua. Namun, apabilakalian masih menjawab “tidakataubelum”, makasilahkanpelajarilagi ya, kegiatan pembelajaran yang pertama .Tetap Semangat ! 13Modul Kimia Larutan Penyangga dalam kehidupan sehari-haria. Larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup Berfungsi sebagai penyeimbang pH tubuh, larutan penyangga terdapat pada cairan intrasel dan cairan ekstrasel. Contoh larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup yaitu darah intrasel dan air liur ekstrasel. Selain itu, larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dibagi menjadi 3 macam, yaitu 1 Larutan penyanggafosfat Larutan penyangga fosfat adalah larutan penyangga yang terdapat pada cairan seluruh tubuh makhluk hidup dan tersusun atas H2PO4– dan reaksilarutanpenyangga fosfatadalahsebagai berikutH2PO4–aq+OH–aq ⇄ HPO42–aq + H2Olsedangkan ketika pH tubuh turun, reaksi larutan penyangga fosfat adalah sebagai berikutHPO42-aq+H+aq ⇄ H2PO4–aq2 Larutan penyanggakarbonatLarutan penyangga karbonat adalah larutan penyangga yang terdapat pada darahdantersusunatas H2CO3 dan HCO3•.PadasaatpHtubuhnaik,reaksi larutanpenyanggakarbonatadalahsebagaiberikutH2CO3aq+OH–aq ⇄ HCO3–aq + H2Olsedangkan ketika pH tubuhturun, reaksi larutanpenyangga karbonat adalah sebagaiberikutHCO3–aq+H+aq ⇄ H2CO3aq3 Larutan penyanggahemoglobin Larutan penyangga hemoglobin adalah larutan penyangga yang terdapat pada darah dan tersusun atas HHb dan HbO2. Reaksi larutan penyangga hemoglobin adalah sebagai berikut HHbaq + O2aq ⇄ HbO2-aq + H+aq Tanpa adanya peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup, makhluk hidup dapat mengalami asidosis dan alkalosis yang menyebabkan kerusakan pada jaringan dan organ. Asidosis adalah penurunan pH darah yang disebabkan oleh metabolisme tubuh yang terlalu tinggi karena adanya penyakit diabetes melitus, diare, penyakit ginjal, dan protein berlebih. Sedangkan alkalosis adalah peningkatan pH darah yang disebabkan karena kekurangan Menjaga keseimbangan pH tanaman. Suatu metode penanaman dengan media selain tanah, biasanya ikerjakan dalamkamarkaca dengan menggunakan mendium air yang berisizat hara, disebut dengan hidroponik . Setiap tanamanmemilikipHtertentuagardapat penyangga agar pH dapat Larutan penyangga pada obat-obatan Asam asetilsalisilat merupakan komponen utama dari tablet aspirin, merupakan obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin dapat menyebabkan perubahan pH pada pembentukanhormon, untuk merangsang penggumpalan darah, terhambat; sehingga pendarahan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, pada aspirin ditambahkanMgOy Dalam industri farmasi Dalamindustrifarmasi,larutanpenyanggaberperandalampembuatanobat-obatan, agarzataktif obat tersebut mempunyai pH tertentu Larutan penyanggayang umum digunakan dalam industri farmasi adalah larutan asam basa konjugasi senyawa fosfat. 14Modul Kimia e. Dalam mikrobiologi industri Dalam mikrobiologi industri digunakan sebagai pengatur pH medium pertumbuhan mikroorganisme. f. Biologi Dalam bidang biologi digunakan untuk mengoptimalkan kerja enzim. g. Analisis Kimia Digunakanuntukanalisis kualitatifdankuantitatif,pemisahan senyawa dan unsur,sertareaksi kimiadengan pH Rangkuman 1. Larutanpenyanggabersifatasamapabilaterdiridaricampuranasamlemah denganasam konjugasinya . Untukmenghitunglarutanpenyangga yang bersifat asamadalahdengan menggunakanrumussebagaiberikutKeteranganKa = tetapan ionisasi asam lemah na=Jumlah mol asam lemahnbk= Jumlah mol basa konjugasi2. Larutan penyangga bersifat basa apabila terdiri dari campuran basa lemah dengan asam konjugasinya . Untuk menghitung larutan penyangga yang bersifat basa adalah dengan menggunakan rumus sebagaiberikut pOH= – log [OH–]KeteranganKa = tetapan ionisasi asam lemah nb =Jumlahmolbasalemahnak = Jumlah mol asam konjugasinya3. Peran Larutan Penyanggadalamkehidupansehari-hari, yaknia. Larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup berfungsi sebagai penyeimbang pH tubuh, larutan penyangga terdapat pada cairan intrasel dan cairan ekstrasel. Larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dibagi menjadi 3 macam, yaitu 1. Larutan PenyanggaFosfat 2. Larutan PenyanggaKarbonat 3. Larutan PenyanggaHemoglobinb. Menjaga keseimbangan pH Larutan penyangga pada obat-obatand. Dalam industrifarmasie. Dalam mikrobiologiindustryf. Dalam IlmuBiologi 15Modul Kgim. ia Tugas Mandiri Setelah kalian memahamipengertian dan prinsip kerja larutan penyangga serta telah melakukanpenghitungan pHlarutanpenyangga,makacarilahinformasidanjawablah pertanyaan berikut ini ! 1. Sebutkanjenislarutanpenyanggayang dalambidang industridanjelaskan prinsip kerjanya! 2. Sebutkanjenislarutanpenyanggayang dalambidangkedokterandanobat- obatan danjelaskanprinsip kerjanya ! 3. Bagaimanakah bila larutan penyangga dalam air liur tidak ada? Pergunakanlah sumberbelajaryangadadisekitarmu! 16Modul Kimia EVALUASIJawablah pertanyaan berikut ini !4. Pernyataanyangbenartentang larutanpenyanggaadalah …. A. mempertahankan pH sistem agar tetap B. memilikikomponenasamdanbasayangselaluberupapasangankonjugasi C. mampumengatasipenambahanasamdanbasadalamjumlahbanyak D. memiliki kapasitastertentu E. pengenceran tidakmengubahkonsentrasi ion H+ dan OH–5. Campuranlarutandibawahiniyangdapatmembentukcampuranpenyangga adalah …. A. larutan HCl dengan larutan NH4Cl B. larutan CH3COOH dengan larutan C6H5COOK C. larutan CH3COOH dengan larutan C2H5ONa D. larutan CaOH2 dengan larutan CaCl2 E. larutan HCOOH dengan larutan HCOONa6. Perhatikan data uji pH beberapa larutan! Larutan pH Awal pH setelah penambahan sedikit asam sedikit basaP 3,0 1,0 4,0Q 5,0 4,9 5,1R 8,0 7,9 8,1S 9,0 8,5 10,5T 10,0 8,5 11,5 Larutan yang merupakan larutan penyangga adalah …. A. PdanQ B. QdanR C. RdanS D. RdanT E. SdanT7. Perhatikan data percobaan pH pHdenganpenambahansedikit I Awal Basa Asam II III 5,60 6,00 5,00 IV V 5,40 5,42 5,38 5,20 5,25 5,18 8,20 8,80 7,80 9,20 9,60 8,70 17Modul Kimia Larutan yang mempunyai sifat penyangga adalah …. A. Larutan I B. Larutan II C. LarutanIII D. LarutanIV E. Larutan V8. Pasanganlarutanberikutiniyangmenghasilkanlarutanpenyanggaadalah…. A. 100mLNH4OH0,2M+100 mL HCl0,1 M B. 100mLNH4OH0,2M+100mLHCl0,3M C. 100 mL NaOH 0,2 M + 100 mL CH3COOH 0,2 M D. 100mLNaOH0,2M+100 mLHCN0,1M E. 100mLNaOH0,2M+100 mLHCN0,2M9. Padakondisinormal,pHdaridarahmanusiadanjaringanharusdijagaantara…. A. 3 – 4 E. 1 – 210. Bacalah wacana berikut ini. pH normal darah manusia adalah dirancang selalu relatif tetap, yaitu 7,4 ± 0,05. Komponen utama bufer darah adalah H2CO3 dan HCO3- dengan perbandingan 120, yang merupakan salah satu hasil metabolismepernafasan. CO2g ⇄ CO2aq CO2aq + H2Ol ⇄ H2CO3aq H2CO3aq + H2Ol ⇄ H3O+aq + HCO3- Pada kasus alkalosis atau kelebihan basa yang disebabkan kekurangan CO2 terlarut, pHdarahnaikhingga mencapai 7,8. Jika dibiarkan akan menyebabkan kerusakan sistem syaraf. Salah satu upaya mengembalikan pH normal darah adalah dengan pemberianmaskergasoksigendidukunginfuslarutanbufer bikarbonatpH6,7selama selangwaktutertentu. Ka H2CO3 =4,3 x 10-7. Berdasarkan wacana tersebut, pemberian larutan bikarbonat pH 6,7 bertujuan untuk …. A. menaikkanpHdarahdenganmenggeserkesetimbangankearahkiri B. menaikkanpHdarahdenganmenggeserkesetimbangankearahkanan C. menaikan pH darah tanpamenggeserarah kesetimbangan D. menurunkanpHdarahdenganmenggeserkesetimbangan kearahkiri E. menurunkanpHdarahdenganmenggeserkesetimbangankearahkanan 18Modul Kimia JAWABAN = 10 = 100 No Jawaban = jumlah benar x 10 1A 2E 3B 4B 5A 6B 7D 8C 9A 10 BPedoman Penilaian1soalmemilikiskorJumlahSkorMaksimalJumlahSkorPerolehan 19Modul Kimia DAFTAR PUSTAKANingsih, Sri Rahayu. 2013. KIMIA SMA XI Sekolah Menangah Atas. Bumi Aksara. Jakarta. Sudarmo,, Ungguldkk. 2014. KIMIA SMA XI Sekolah Menangah Atas. Penerbit Erlangga. IntanPariwara. , Nana. 2013. KIMIA SMA XI Sekolah Menangah Atas. Grafindo. Jakarta. Thahjadarmawan., 20 Larutan penyangga buffer – Pasti kamu sering mendengar kata penyangga bukan? Sesuatu yang berfungsi untuk mempertahankan. Begitu juga dengan larutan penyangga atau yang bisa disebut juga dengan larutan buffer. Dalam kesempatan kali ini, kita akan bahas tuntas mengenai pengertian larutan penyangga lengkap dengan komponen, PH, fungsi, hingga sifat-sifat dari larutan buffer. Larutan penyangga merupakan larutan yang bisa menjaga atau mempertahankan pH dari pencampuran basa, asam ataupun pengenceran oleh air. pH larutan penyangga akan tetap konstan atau tidak berubah meskipun telah ditambahkan oleh sejumlah basa, asam ataupun air. Selain itu, larutan buffer juga dapat menetralkan penambahan basa maupun asam dari luar. Hal tersebut disebabkan karena larutan buffer mengandung suatu zat terlarut yang memiliki sifat penyangga yang terdiri dari komponen basa dan asam. Komponen asam memiliki fungsi untuk menahan kenaikan pH, sementara komponen basa sebaliknya, yakni berfungsi untuk menahan penurunan pH. Pada kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat lepas dari yang namanya reaksi kimia, dalam hal ini adalah reaksi asam basa. Contohnya reaksi pada beberapa enzim pencernaan manusia. Enzim pepsin yang memiliki fungsi memecah protein lambung hanya bisa bekerja secara maksimal dalam kondisi asam atau jauh berbeda dengan pH optimal, sehingga enzim bisa menjadi rusak dan tidak aktif. Untuk mempertahankan pH enzim maka dibutuhkan larutan penyangga. Komponen Larutan Penyangga Seperti yang telah disinggung sebelumnya, larutan penyangga tersusun dari dua komponen, yakni larutan penyangga asam dan juga basa. Berikut penjelasan lengkapnya 1. Larutan Penyangga Asam Larutan buffer asam atau larutan penyangga asam bertugas mempertahankan pH dalam kondisi asam yakni pH 7. Larutan penyangga basa tersusun atas komponen basa konjugasinya BH+ dan basa lemah B. Larutan tersebut bisa diperoleh dengan cara Mencampurkan basa lemah dengan jumlah yang berlebih dan asam kuat sehingga terjadi suatu reaksi yang menghasilkan suatu garam asam konjugasi hasil dari basa lemah tersebut. Mencampurkan basa lemah atau B dan garam asam konjugasinya yakni BHX yang bisa terurai dan menghasilkan ion BH+. Contohnya yaitu larutan buffer yang memiliki kandungan NH4+ dan NH3. Dalam larutan tersebut dapat ditemukan kesetimbangan kimia, yaitu NH3aq + H2OI ⇌ NH4+aq+ OH-aq Penambahan asam H+, mengakibatkan kesetimbangan bergeser ke kanan, yaitu reaksi terbentuknya OH- dan NH4+. Hal tersebut guna mempertahankan konsentrasi pada ion OH- yang telah berkurang setelah ditambahkannya H+ dan bereaksi dengan OH- yang membentuk H2O. Selanjutnya penambahan basa OH-, mengakibatkan kesetimbangan bergeser ke kiri, sehingga reaksi mengacu pembentukan air dan NH3. Atau bisa juga dikatakan basa yang telah ditambahkan kemudian dinetralisasi komponen asam konjugasi NH4+. pH Larutan Penyangga 1. Larutan Buffer Asam Pada larutan penyangga asam yang memiliki kandungan CH3COO- dan CH3COOH terdapat kesetimbangan seperti di bawah ini CH3COOHaq ⇌ CH3COO−aq + H+aq CH3COOHaq ⇌ CH3COO−aq + H+aq Sesudah dilakukan penyusunan ulang, pH larutan tersebut menjadi persamaan larutan buffer yang dikenal dengan sebutan persamaan Henderson – Hasselbalch, bunyi persamaan tersebut yaitu Apabila a = banyaknya mol asam lemah, g = banyaknya mol basa konjugasi serta v = volume larutan buffer, maka 2. Larutan Buffer Basa Dalam larutan penyangga basa yang memiliki kandungan NH4+ dan NH3, terdapat kesetimbangan sebagai beirkut NH3aq + H2Ol ⇌ NH4+aq + OH−aq Apabila b adalah banyaknya mol basa lemah, g adalah banyaknya mol asam konjugasi serta V adalah volume larutan buffer, maka Fungsi Larutan Penyangga Larutan buffer banyak dimanfaatkan dalam analisis kimia, mikrobiologi dan biokimia. Di samping itu, larutan penyangga juga banyak dimanfaat dalam dunia industri seperti pembuatan bir, elevtroplating atau penyepuhan, proses fotograsi, penyamakan kulit, sintesis obat-obatan, penanganan limbah dan sintesis zat warna. Larutan penyangga juga dapat ditemukan dalam tubuh makhluk hidup, dimana keberadaannya memiliki peran yang sangat penting. Pada kondisi normal, pH darah manusia yakni 7,4 dan tidak boleh turun hingga kurang dari 7,0 maupun naik hingga melebihi 7,8, karena jika itu terjadi akan berakibat yang sangat fatal bagi kesehatan tubuh. Larutan buffer karbonat-biokarbonat H2CO3 / HCO3- yang bertugas menjada pH dalam tetap 7,4 dengan menjaga perbandingan antara konsentrasi {H2CO3} {HCO3-} = 120. Disamping itu juga terdapat larutan buffer dihidrogenfost- monohidrogenfosfat [H2PO4- / HPO42- dalam cairan intra sel dan dalam air ludah yang memiliki fungsi menjaga pH mulut disekitar 6,8, dengan cara menetralisir asam hasil fermentasi sisa makanan yang bisa merusak gigi. Selain itu, larutan penyangga juga dimanfaatkan pada obat-obatan, hal ini bertujuan untuk mentransfer kelebihan basa ataupun asam dari kandungan obat, sehingga perubahan pH pada perut dapat dinetralisir. Jika obat tidak mengandung larutan buffer, tentu saja obat justru akan menimbulkan masalah lain bagi tubuh. Sifat Larutan Penyangga Sifat-sifat yang dimiliki oleh larutan penyangga atau buffer yaitu pH pada larutan tidak berubah tetap jika larutan ditambah basa ataupun asam. pH larutan tidak berubah tetap jika larutan diencerkan. Hubungan pH dengan larutan penyangga atau larutan buffer yakni seperti berikut ini Larutan penyangga dari campuran asam lemah dan garamnya Larutan penyangga dari campuran basa lemah dan garamnya Larutan penyangga atau larutan buffer adalah suatu senyawa yang terdiri atas larutan buffer asam dan larutan buffer basa, dimana berfungsi untuk mempertahan pH agar tidak berubah konstan meskipun telah ditambahkan basa, asam ataupun air. Komponen yang terdapat di dalam larutan penyangaa berfungsi untuk menahan naiknya pH larutan penyangga asam ataupun turunnya pH larutan penyangga basa. Pengertian Larutan Penyangga BufferKomponen Larutan Penyangga1. Larutan Penyangga Asam2. Larutan Penyangga BasapH Larutan Penyangga1. Larutan Buffer Asam2. Larutan Buffer BasaFungsi Larutan PenyanggaSifat Larutan Penyangga

air liur merupakan larutan penyangga karena mengandung senyawa